Pariwara Antikorupsi 2025

Tentang Pariwara Antikorupsi 2025

Pariwara Antikorupsi 2025 hadir sebagai upaya memperluas cara kita berbicara tentang integritas dari yang sebelumnya banyak berfokus pada penindakan, menjadi pendekatan yang lebih dekat, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Melalui program ini, pemerintah daerah didorong untuk tidak hanya menjalankan fungsi layanan publik, tetapi juga mengambil peran sebagai komunikator yang aktif dalam menyuarakan nilai-nilai antikorupsi di wilayahnya. Kampanye yang dihadirkan tidak lagi bersifat satu arah, melainkan dirancang untuk membangun kesadaran, mengajak partisipasi, dan mendorong perubahan perilaku.

Dengan mengangkat isu-isu yang dekat dengan masyarakat seperti praktik korupsi kecil dalam pelayanan publik Pariwara Antikorupsi 2025 membuka ruang bagi lahirnya berbagai pendekatan kampanye yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada realitas daerah.

Lebih dari sekadar program, Pariwara Antikorupsi menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem komunikasi publik yang mendukung budaya integritas secara berkelanjutan.

Capaian Pariwara Antikorupsi 2025

Pelaksanaan Pariwara Antikorupsi 2025 menunjukkan antusiasme dan kolaborasi yang luas dari berbagai daerah di Indonesia.

  • 256 instansi terdaftar sebagai peserta
  • 24 provinsi berpartisipasi
  • Lebih dari 190 ribu masyarakat terlibat secara langsung
  • Lebih dari 30 juta masyarakat terpapar kampanye
  • Ribuan instansi terlibat dalam kolaborasi kampanye
  • Ribuan konten antikorupsi berhasil diproduksi

Capaian ini menunjukkan bahwa kampanye antikorupsi dapat menjangkau masyarakat secara luas ketika dilakukan secara kolaboratif, masif, dan relevan dengan konteks daerah.

Dokumentasi Program

Factsheet

Factsheet Pariwara Antikorupsi 2025 (Factsheet Pariwara Antikorupsi 2025.pdf)

Galeri Foto

10 Instansi Terbaik Pariwara Antikorupsi 2025

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kampanye Pariwara Antikorupsi 2024, KPK memberikan penghargaan kepada 10 instansi terbaik yang berhasil menjalankan kampanye secara efektif, inovatif, dan berdampak luas:

  1. PT Bank Syariah Aceh
  2. Diskominfo Kota Batu
  3. Diskominfo Kabupaten Serdang Bedagai
  4. Inspektorat Kabupaten Kudus
  5. Diskominfo Kota Banjarmasin
  6. Inspektorat Kabupaten Bombana
  7. PDAM Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan
  8. Diskominfo/PPID Kota Madiun
  9. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surabaya
  10. Diskominfo Kota Pekalongan

Workshop Strategi Kampanye dan Penghargaan Pariwara Antikorupsi

Sebagai bentuk apresiasi, perwakilan dari 10 instansi terbaik telah mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas dalam Pengembangan Strategi Kampanye Antikorupsi serta menerima trophy dan sertifikat penghargaan, yang diserahkan langsung kepada pimpinan instansi masing-masing pada momen Pembukaan Roadshow Bus KPK di Provinsi Jawa Tengah.

Testimoni

Kampanye ini bukan sebatas menyebarkan informasi namun menjadi langkah nyata memberantas korupsi sampai ke akarnya.

Aries Agung Paewai

- PJ Wali Kota Batu

Bersama Pariwara Antikorupsi, kita tegakkan kejujuran untuk Indonesia yang lebih bersih.

Edy Suharmanto

- Bupati Bombana

Melalui program ini menjadikan komitmen instansi daerah untuk menyebarkan semangat antikorupsi yang lebih masif.

Fadhil Ilyas

- Plt. Direktur Utama PT Bank Syariah Aceh

Program Pariwara Antikorupsi menanamkan integritas sejak dini, memberantas petty corruption, dan memperkuat ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik yang jujur, transparan, dan berkeadilan.

Ibnu Sina

- Wali Kota Banjarmasin

Program Pariwara Antikorupsi menggerakkan OPD, ASN, dan masyarakat untuk bersama menekan korupsi demi terwujudnya kesejahteraan yang merata di Kota Madiun.

Eddy Supriyanto

- Pj. Wali Kota Madiun